Pemkab Murung Raya Matangkan Penempatan Mahasiswa KKN UPR dan UIN Palangka Raya Tahun 2026
Puruk Cahu, Benuapos24.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya menggelar rapat koordinasi terkait penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya Tahun 2026 di Aula A Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya, Rabu (3/6/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Murung Raya, Sarwo Mintarjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Putu Suranta, Kepala Dinas PUPR Paulus Manginte, Kepala Satpol PP Rudi Roy, para camat, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam arahannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa Pemkab Murung Raya mendukung penuh pelaksanaan KKN mahasiswa UPR dan UIN Palangka Raya. Namun demikian, penempatan mahasiswa harus mempertimbangkan aspek keselamatan, akses transportasi, serta kemampuan anggaran daerah.
Menurut Heriyus, sejumlah mahasiswa menyampaikan keinginan agar tidak ditempatkan di wilayah yang harus ditempuh melalui jalur sungai dengan tingkat risiko tinggi. Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah melakukan penyesuaian lokasi penempatan mahasiswa di beberapa desa.
"Kami tidak akan menempatkan mahasiswa pada jalur yang ekstrem atau berisiko tinggi. Keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama selama pelaksanaan KKN di Kabupaten Murung Raya," ujar Heriyus.
Ia menjelaskan, beberapa desa yang sebelumnya masuk dalam rencana lokasi KKN akhirnya dikurangi karena pertimbangan akses transportasi sungai. Langkah tersebut sekaligus berdampak pada berkurangnya jumlah peserta KKN yang akan ditempatkan di wilayah Murung Raya.
Berdasarkan hasil koordinasi sementara, jumlah mahasiswa yang semula diproyeksikan mencapai sekitar 700 orang berkurang menjadi sekitar 550 orang. Pengurangan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan daerah dalam mendukung kebutuhan transportasi dan akomodasi mahasiswa.
Selain faktor keselamatan, Heriyus juga menyoroti besarnya biaya transportasi yang harus disiapkan pemerintah daerah. Oleh sebab itu, Pemkab Murung Raya berupaya mencari formulasi terbaik agar program KKN tetap berjalan efektif tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Bupati juga meminta para camat untuk segera melakukan pendataan desa-desa yang siap menerima mahasiswa KKN, termasuk menyiapkan lokasi tempat tinggal selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
"Kami berharap para camat dapat berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat agar mahasiswa yang datang dapat diterima dengan baik serta memperoleh tempat tinggal yang layak selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Sekda Murung Raya Sarwo Mintarjo menegaskan bahwa hasil rapat koordinasi akan menjadi dasar dalam penyusunan skema penempatan mahasiswa KKN sebelum dilakukan survei lapangan oleh pihak perguruan tinggi.
Program KKN UPR dan UIN Palangka Raya Tahun 2026 di Kabupaten Murung Raya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa, peningkatan kapasitas masyarakat, serta menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
(Sem Firdaus)
Posting Komentar