Ketua DPRD Murung Raya Soroti Harga BBM Eceran, Dorong Penetapan Harga Jadi Acuan
Puruk Cahu, Benuapos24.com – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, menaruh perhatian terhadap keluhan masyarakat terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual secara eceran di sejumlah wilayah.
Keluhan masyarakat tersebut berkaitan dengan adanya perbedaan harga antara penjual eceran yang berizin dengan pedagang eceran lainnya. Harga BBM eceran disebut mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter, sementara di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai sekitar Rp27 ribu per liter untuk Pertamax.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, dalam wawancara bersama media Suara Nusantara Cakrawala seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Murung Raya, Senin (1/9/2026).
Rumiadi mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menyikapi persoalan distribusi dan harga BBM di wilayah Murung Raya.
Menurutnya, koordinasi tersebut melibatkan Satpol PP, TNI, Polri serta pengusaha SPBU. Dari hasil koordinasi, distribusi BBM untuk kebutuhan masyarakat Murung Raya pada dasarnya masih berjalan, meskipun terdapat sejumlah kendala.
“Pada dasarnya kalau distribusi memang ada sedikit kendala, tetapi tetap lancar untuk kebutuhan Murung Raya,” kata Rumiadi.
Ia menyebut adanya kenaikan harga di tingkat eceran menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu ditangani bersama. Menurutnya, diperlukan komunikasi dan kerja sama lintas sektor agar terdapat acuan harga yang dapat menjadi patokan bagi masyarakat.
“Penetapan satu harga itu satu ukuran, jadi patokannya,” ujarnya.
Rumiadi menyampaikan, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat koordinasi yang melibatkan DPRD, pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP dan kemungkinan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM sebagai salah satu sektor terkait.
Ia menegaskan DPRD memberikan perhatian terhadap persoalan BBM karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan distribusi barang maupun jasa.
“Ini kebutuhan, bukan keinginan. Karena kebutuhan BBM itu untuk melancarkan barang dan jasa, baik itu individu maupun para pelaku usaha ekonomi,” jelasnya.
Rumiadi berharap koordinasi lintas sektor dapat menghasilkan langkah konkret dalam menjaga kelancaran distribusi serta memberikan kepastian dan kewajaran harga BBM bagi masyarakat di Kabupaten Murung Raya.
(Sem firdaus)
Posting Komentar