Ad

Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap

 

Puruk Cahu, Benuapos24.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Murung Raya mulai menunjukkan perkembangan positif. Intensitas kebakaran di sejumlah wilayah berangsur menurun setelah hujan turun di beberapa kawasan yang sebelumnya rawan terjadi Karhutla.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya tetap meningkatkan kewaspadaan. Musim kemarau yang masih berlangsung membuat potensi munculnya kembali titik api dan kabut asap perlu terus diantisipasi.

Kepala Pelaksana BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, mengatakan hujan yang turun beberapa waktu lalu cukup membantu menekan aktivitas kebakaran di sejumlah lokasi.

Beberapa kawasan yang sebelumnya terdampak Karhutla, seperti Jalan 40, Arjuna, Janah Luri hingga Juking Panjang, kini mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali.

“Secara umum pergerakan api mulai berkurang karena sempat turun hujan. Namun, kita tetap harus waspada karena kabut asap masih cukup tebal di beberapa wilayah,” ujar Fitrianul, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, keberadaan asap di sejumlah kawasan belum tentu seluruhnya berasal dari titik kebakaran yang berada di wilayah Murung Raya. Karena itu, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengetahui sumber asap sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Fitrianul menegaskan, hujan yang turun belum dapat menjadi jaminan bahwa ancaman Karhutla telah berakhir. Apabila dalam beberapa hari ke depan kembali tidak terjadi hujan, kondisi lahan yang kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kalau tidak ada hujan lagi dalam beberapa hari ke depan, potensi Karhutla bisa kembali meningkat. Karena itu, tim tetap siaga dan terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.

Selain faktor cuaca, kondisi semak belukar dan lahan yang mengering selama musim kemarau juga menjadi perhatian. Kondisi tersebut dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terdapat sumber api, baik akibat aktivitas pembakaran maupun kelalaian manusia.

BPBD Murung Raya mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta menghindari membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.

Dalam upaya penanganan, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, TNI, Polri, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, relawan hingga pihak swasta. Dukungan tim medis PSC 119 juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan personel yang bertugas, khususnya ketika menghadapi kondisi asap yang cukup tebal.

Fitrianul menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah bersama BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah cepat apabila ditemukan titik api.

“Masyarakat menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum membesar dan meluas,” pungkasnya.

(Sem Firdaus)

Baca Juga:
https://www.benuapos24.com/2026/09/karhutla-murung-raya-mulai-mereda-bpbd.html

Berita Terbaru

  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap
  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap
  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap
  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap
  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap
  • Karhutla Murung Raya Mulai Mereda, BPBD Tetap Waspadai Kembalinya Titik Api dan Kabut Asap

Posting Komentar

Ad
Ad