BPBD Murung Raya Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir dan Longsor
Puruk Cahu, Benuapos24.com –
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya,
Fitrianul Fahriman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memantau
perkembangan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di
Kecamatan Seribu Riam dan Kecamatan Uut Murung.
Dalam
keterangannya, Fitrianul Fahriman mengatakan bahwa pihaknya telah
berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk
memastikan kondisi di lapangan serta langkah-langkah penanganan yang
diperlukan.
"Untuk wilayah Seribu Riam dan Uut
Murung, kami terus memonitor perkembangan debit air. Kami juga telah
berkoordinasi langsung dengan camat dan meminta agar pemerintah
kecamatan bersama pemerintah desa mengawal serta memantau kondisi banjir
yang terjadi di wilayah masing-masing," ujarnya.
Ia
menjelaskan, apabila kondisi banjir terus meningkat dan mulai berdampak
pada permukiman warga, maka pemerintah kecamatan diminta segera
mendorong pemerintah desa untuk membentuk posko siaga bencana serta
mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna meminimalkan dampak
banjir.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan
dengan arahan Bupati Murung Raya agar penanganan bencana dilakukan
secara cepat dan berjenjang sehingga pemerintah dapat hadir memberikan
perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.
Terkait
bantuan logistik, Fitrianul Fahriman menjelaskan bahwa penyaluran
disesuaikan dengan tingkat dampak bencana. Untuk wilayah yang jumlah
warga terdampaknya tidak terlalu banyak, bantuan diberikan per kepala
keluarga. Sementara apabila banjir terjadi dalam skala besar dan
berdampak luas, BPBD akan mendorong pembentukan dapur umum dengan
melibatkan pemerintah desa, perusahaan, dan berbagai pihak terkait.
"Logistik
yang kami miliki cukup untuk membantu masyarakat. Namun untuk kondisi
yang lebih besar, kami mengutamakan pembentukan dapur umum agar
penyaluran bantuan lebih efektif," katanya.
Selain
banjir, BPBD Murung Raya juga memberikan perhatian terhadap potensi
tanah longsor dan abrasi akibat tingginya intensitas hujan. Beberapa
daerah yang menjadi perhatian antara lain kawasan Malasan dan Juking
Pajang yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tertentu.
Fitrianul
Fahriman mengatakan pemerintah desa diminta aktif memantau daerah rawan
longsor. Apabila terjadi kerusakan ringan, penanganan diharapkan dapat
segera dilakukan bersama relawan desa agar tidak berkembang menjadi
bencana yang lebih besar.
"Kalau kerusakannya
masih ringan dan bisa ditangani di tingkat desa, tentu lebih baik segera
dilakukan. Jangan sampai menunggu kondisinya semakin parah karena
penanganan akan membutuhkan biaya yang lebih besar," jelasnya.
Ia
menambahkan bahwa penanganan bencana memerlukan sinergi antara
pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, dunia
usaha, dan masyarakat. BPBD Murung Raya juga mengimbau masyarakat untuk
tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, maupun abrasi, terutama
di daerah sekitar aliran sungai dan wilayah rawan bencana, serta segera
melaporkan kepada pemerintah setempat apabila terjadi peningkatan debit
air atau tanda-tanda bencana lainnya.
(Sem Firdaus)
Posting Komentar